Hina TKW, Agas Saptoadi Terancam Bakal kehilangan Seragam Honorernya.

Bontang– Seorang pria yang awalnya Diduga bekerja sebagai pegawai Staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kota Bontang yang dikejam ribuan Netizen karena postingannya telah menghina Pahlawan Devisa adalah benar adanya salah satu pegawai di instansi Pemerintahan Kota Taman.

Hal ini diperkuat saat Update melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan malam tadi. Ahmad Soeharto menerangkan bahwa pria dengan akun Agas Saptoadi adalah salah satu pegawai Disdik.


“Iya itu memang salah satu pegawai di Instansi kami. Dia pegawai Non PNS di SKB. Yang jelas kami sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi terlebih itu dilakukan pegawai kami,”terangnya. Selasa (5/9)

Terkait postingan tersebut, Soeharto mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada Agas pada hari ini. Namun kata dia, hingga sore tadi ia tak kunjung datang.

“Tadi kami sudah melakukan pemanggilan, namun hingga jam kantor selesai dia belum ke kantor. Besok kami akan melakukan pemanggilan lagi untuk menanyakan benar tidaknya status yang ada di Facebook mengatasnamakan dirinya,”tambahnya.

Ditanya soal sanksi, Soeharto menegaskan akan memberikan sanksi yang sangat berat dan oknum tersebut terancam akan kehilangan pekerjaannya..

“Kami lihat dulu setelah bertemu yang bersangkutan karena kalau benar, dia telah melanggar perjanjian kerjanya dan kami akan sanksi. Bisa saja kehilangan pekerjaannya bahkan sanksi yang lebih berat lagi,”tegasnya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi terkait kasus ini kepihak kepolisian, Kasatreskrim Polres Bontang Iptu Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari oknum yang diduga penghujat TKI dan TKW ini.

“Sampai saat ini saya belum menerima berkas dari anggota terkait kasus ini. Baik itu berkas permintaan maaf bernama Agas Saptoadi melalui kami atau semacamnya,”cetusnya.(*)

Diwartakan sebelumnya, seorang pria yang Diduga bekerja sebagai pegawai Staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kota Bontang dikejam ribuan Netizen bahkan dari dalam dan luar negeri. Kecaman bermula saat pemilik akun media sosial (Medsos) facebook Agas Saptoadi menulis status yang seakan-akan merendahkan pekerjaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan tenaga Kerja Indonesia (TKI)  yang  menjadi Devisa Negara terbesar.

Adapun tulisan yang dibuat Agas dikolom status akunnya sebagai berikut

Kalian para babu

Hidup di bawah garis kemiskinan

Sampai rela meninggalkan keluarga

Kerja menjadi babu di Negara lain

Apa masih ada yang tersisa dari diri

Kalian kecuali keinginan untuk mencari

Uang biar gak miskin?

Pendidikan minim

Ketrampilan hanya menjadi babu

Mbok ya jangan kebanyakan gaya

Bicara ini itu.

Toh semua tau level seorang babu

Tetaplah babu

Hidup dari belas kasihan majikan

Makan sisa makanan majikan

Barang” pakai bekas majikan.


Penulis :Anand

Editor   :Andi Zachril

Sumber : teropongkhatulistiwa.com

  • Songgolangit.net menyatakan bahwa Kami sebagai pengelola situs tidak membuat berita atau menulis berita sendiri atau menerima pesanan berita dari pihak-pihak tertentu,kami berusaha untuk Independen tanpa adanya tekanan,dorongan atau kehendak pihak-pihak tertentu untuk berita-berita tertentu.
  • Kami sebagai pengelola situs songgolangit.net hanya bertindak sebagai pengantar berita yang dimana keseluruhan isi berita diambil dari berbagai macam situs terkemuka dan terpercaya yang ada di Indonesia.
  • Tujuan Kami tidak lain hanyalah sebatas agar bisa mempermudah Anda untuk mendapatkan berita yang paling hangat atau trending.
  • Pada setiap artikel berita, Kami sudah menyediakan tombol "Sumber" untuk para pengunjung bisa membaca atau mengetahui darimana artikel tersebut berasal.
close