VIDEO: Mengharukan! Pertemuan Ibu dan Anak yang Terpisah 36 Tahun, Berawal dari Obrolan Tak Terduga

WONOGORI - Suasana haru terasa saat pria bernama Paidi bertemu dengan nenek renta berusia lebih dari 100 tahun di Desa Puloharjo, Kecamatan Eromako, Kabupaten Wonogiri, Selasa (5/9/2017).

Paidi adalah anak wanita tua itu yang sudah 36 tahun tidak pernah bertatap muka.

Sejak tahun 1981, Paidi yang masih berusia belia mengikuti tetangganya merantau ke Bengkulu.
Dan, sejak saat itu dia tidak pernah mengetahui kabar keluarganya, termasuk sang ibu.

Rasa rindu yang mendalam membuat pertemuan yang berlangsung di halaman rumah itu sangat syahdu.

Sang ibu terus menerus menangis sambil memeluk sang anak yang kini jua sudah beranjak tua.

"Anakku... ijek urip yo..yo..," ucap wanita tua ini berkali-kali seolah tak percaya anaknya bisa hadir di depannya lagi.

Paidi pun tak kalah harunya dan tak mampu membendung air matanya. Dia memeluk erat ibunya.

Sejumlah kerapat yang melihat pemandangan itu tak kuasa menahan air matanya.

Tak lama setelah itu muncul seorang pria dan wanita yang ternyata adalah saudara Paidi.

Awalnya Paidi tidak mengenal dua orang itu yang sudah puluhan tahun tak pernah ditemui, sebelum akhirnya keduanya memperkenalkan diri.

Pertemuan mengharukan itu terjadi berkat kebaikan seorang pria asal Bengkulu pemilik akun Facebook bernama Uskub Muzamil.

Muzamil adalah pengusaha perkebunan yang mempekerjakan Paidi di kebunnya. 

Pertemuan Muzamil dengan Paidi berawal saat pengusaha yang juga seorang pedakwah ini membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk bekerja di kebunnya.

Dia lalu menyuruh temannya di Bengkulu untuk mencari pekerja baru untuk membuat pagar kebunnya.

"Sepulangnya saya dari acara dakwah di pacitan dll , pergilah saya menuju kebun melihat pekerja ku yg baru yg blm pernah aku jumpai ini. Dan di sana aku tanya namanya pak paidi,asli wono giri,dan sudah sejak tahun 81 (1981) dia merantau ikut tetangganya org wonogiri," tulis Muzamil menceritakan awal mulanya peristiwa itu terjadi.

Muzamil lalu bertanya ke Paidi sudah berapa kali pulang ke Wonogiri, ternyata dijawab belum pernah pulang sejak kali pertama datang ke Bengkulu.

Muzamil semakin tersentuh saat mengetahui Paidi tidak tahu kabar ibunya.

"Seketika itu juga aku kaget dan bergeming dalam hati,seandainya ibu nya masih ada dan sehat betapa rindu dan berharap untuk bertemu dgn pak paidi ini,".

Akhirnya Muzamil menanyakan rumah Paidi di Wonogiri untuk kemudian dikabarkan ke orang Pacitan bernama Pak Mamad, jamaah majelis dakwahnya.

"Saya mintak tolong kpd pak mamad untuk mencarikan secepat nya alamat keluarganya pak paidi di eromoko,".

Hanya dalam waktu tiga hari, keluarga Paidi sudah bisa ditemukan.

Setelah itu pihak keluarga menelpon Muzamil.

Dari komunikasi via telpon itu diketahui bahwa ibunda Paidi yang usianya lebih dari 100 tahun ternyata masih sehat dan selalu berdoa meminya umur panjang. Dia berharap sebelum meninggal bisa dipertemukan dengan anaknya, Paidi.

Setelah itu Muzamil langsung menyambung via video call antara Paidi dengan keluarganya.

"Saat itu pak Paidi matanya berkaca kaca menatap wajah ibundanya yg dia sendiri tidak menyangka ibundanya masih ada"

"Begitupun ibundanya ketika itu menangis tersedu sedu histeris seakan tak percaya klu ank nya masih ada, karna selama ini dengan SDM nya pak paidi yg kurang tak bisa tulis baca sehingga dgn kondisi sebatangkara di bengkulu gak ada ngasih kabar".

"Sebaliknya pihak kluarga tak kurang kurang ikhtiar tanya kpd tetangganya yg dulu di ikutin merantau pun tak tau entah kmn perginya pak paidi bujang tanggung di tahun 1982".

Tak cuma menyambungkan lewat video call, Muzamil juga mengajak Paidi pulang ke Wonogiri.

"Walhasil tepat tgl 5 -9 2017 saya bersama pak paidi terbang dari bandara fatmawati bengkulu menuju bandara adisumarmo solo dengan niat mempertemukan pak paidi dengan keluarganya.
begitu cerpen nyata ini semoga manfaat....". tutup Muzamil di unggahannya.

Belum sehari unggahan ini sudah ada ribuan orang yang membagikan di media sosial.

Tak sedikit yang terharu bahkan menangis membaca dan melihat video tersebut.

M Nur Azis: Alhamdulillah......mbah.....melu nangis ndelok vidione......berkah....berkah......dalan wonogiri.......alfatekhah....

Elsa Dewi Asfazekri:  Ya Allah terharu nangis aku gusti

Ahmad Ridwan Al-ghofur:  Suatu berkah yg amat sangat indah.

Zaid Zaidun:  Haru sekali..netes air mata ini..

Rini Widy:  Ya Allah sampai ikut nangis q alhamdulillah sdh ktmu...buat mase yg sdh berjasa mempertemukan keluarganya lg sy doakan njngn di beri kemudahan dlm mencari rejeki hy Allah yg bs membalasnya...terharu sy

Sumber : tribunnews.com

  • Songgolangit.net menyatakan bahwa Kami sebagai pengelola situs tidak membuat berita atau menulis berita sendiri atau menerima pesanan berita dari pihak-pihak tertentu,kami berusaha untuk Independen tanpa adanya tekanan,dorongan atau kehendak pihak-pihak tertentu untuk berita-berita tertentu.
  • Kami sebagai pengelola situs songgolangit.net hanya bertindak sebagai pengantar berita yang dimana keseluruhan isi berita diambil dari berbagai macam situs terkemuka dan terpercaya yang ada di Indonesia.
  • Tujuan Kami tidak lain hanyalah sebatas agar bisa mempermudah Anda untuk mendapatkan berita yang paling hangat atau trending.
  • Pada setiap artikel berita, Kami sudah menyediakan tombol "Sumber" untuk para pengunjung bisa membaca atau mengetahui darimana artikel tersebut berasal.
close